Pada mulanya Abdullah mengikuti jejak ayah angkatnya untuk masuk ke sekolah kedokteran di Jakarta. Setelah lulus dari Jakarta ia meneruskan kuliahnya di belanda. Setelah menetap disana, entah mengapa Abdullah tiba-tiba banting setir ke seni lukis dan masuk sekolah seni rupa.
Sepulangnya di Indonesia Abdullah konsisten menggeluti profesinya sebagai pelukis. Ia sangat menyukai pemandangan, dimana ia sering menuangkan ke dalam lukisannya. Beliau memantapkan diri menjadi seorang pelukis beraliran Naturalisme, dan menetap di Bandung agar dekat dengan pemandangan alam yang ingin dilukis. Beberapa karya lukis Abdullah Suriosubroto beraliran Naturalisme yang terkenal antara lain:- Pemandangan Priangan (1935), Pemandangan Gunung Merapi, Menuju Danau, Pemadangan Indonesia, Suburnya Negeriku, dan lain-lain.
Foto karya berasal dari buku "Indonesian Modern Art and Beyond", Yayasan Seni Rupa Indonesia, Jakarta, 1996, koleksi IVAA Library.
Keputusan yang diambilnya sewaktu muda tidaklah sia-sia, berkat karya yang dihasilkannya ia dimasukkan dalam aliran yang dijuluki “Mooi Indie” atau Hindia Indah.
Abdullah Suriosubroto sering dibicarakan melalu karya-karya lukis cat minyaknya sebagai hasil memandang alam dari jarak jauh dan bersifat romantik. Salah satu pelukis terkenal Indonesia ini lebih banyak menghabiskan waktunya di bandung agar dekat dengan pemandangan alam, sebelum akhirnya pindah ke Yogyakarta dan meninggal pada tahun 1941.
Bye bye, Jangan Lupa tinggalin jejak yaa.. :)


Tidak ada komentar
Posting Komentar